You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Penanganan Banjir di DKI Sesuai Analisa Akar Penyebabnya
photo Reza Hapiz - Beritajakarta.id

Penanganan Banjir di DKI Sesuai Analisa Akar Penyebabnya

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berusaha mengurangi titik banjir. Langkah penanganan harus sesuai dengan yang dibutuhkan. Untuk itu akar permasalahan harus lebih dahulu dianalisa.

Lihat saja dulu di Jalan S Parman depan Untar selalu tergenang, sekarang sudah tidak ada lagi. Karena dicarikan akar masalahnya

"Lihat saja dulu di Jalan S Parman depan Untar selalu tergenang, sekarang sudah tidak ada lagi. Karena dicarikan akar masalahnya," ujar Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta, Kamis (22/9).

Menurut Basuki, untuk mengatasi banjir di Ibukota tidak terlalu sulit, sebab penyebabnya hampir sama. Namun karena saluran air dan aliran sungai yang banyak, bisa membuat waktu penyelesaiannya lama.

Dinas Tata Air Diminta Segera Perbaiki Pompa Rusak

"Sebenarnya nggak susah atasi banjir di Jakarta, tapi semuanya harus dikerjakan dengan baik," ucapnya.

Beberapa langkah penyelesaiannya yakni menormalisasi 13 sungai yang membelah Jakarta. Lalu menghubungkan 1.169 saluran air. Sementara untuk di kawasan pesisir akan dibuat tanggul lau dengan tinggi 3,8 meter.

"Karena kan air turun dari atas ke bawah. Kalau semua ini jalan dan tidak ada sabotase maka banjir di Jakarta ini bisa berkurang," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Tegaskan Larangan Mengamen di Mikrotrans dan Halte

    access_time02-10-2026 remove_red_eye3319 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. 4.100 Benih Ikan Didistribusikan di Lima Pulau Permukiman

    access_time02-10-2026 remove_red_eye2945 personAnita Karyati
  3. Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

    access_time08-10-2026 remove_red_eye1808 personNurito
  4. Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

    access_time06-10-2026 remove_red_eye1362 personFolmer
  5. Inflasi Jakarta 0,13 Persen, Daging Ayam, Cabai, dan Beras Jadi Penyumbang Utama

    access_time03-10-2026 remove_red_eye1129 personFakhrizal Fakhri